Skip to main content

Bermain Badminton


Foto ini diambil ketika saya sedang bermain badminton di Perumahan Monte Carlo. Waktu itu saya bermain bersama Julio (adik saya) dan 3 teman saya yaitu Iwan, Vita dan Charles. Kami bermain selama lebih dari 2 jam. Seru sekali, karena kami bermain berganti-gantian.

This photo was taken when I was playing badminton in the Housing Monte Carlo. At that time I played with Julio (my brother) and three of my friends are Iwanmaru, Vita and Charles. We played for more than two hours. Exciting, because we played alternating turns.
Post a Comment

POSTING TERPOPULER

Chika dan JOYOmaru

Masih di hari yang sama, Selasa, 5 April 2011 siang, saya dan Chika mengambil kamera dan berfoto kembali. Karena cuaca sedang cerah waktu itu, kami mengambil foto di depan rumah saya. Ini dia beberapa foto yang sudah kami ambil :

Apa Arti Rp.10.000,- Sebenarnya?

Apakah arti dari uangRp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah)bagi anda? Apakah dengan uang Rp.10.000,- anda bisa makan enak? Apakah anda cukup dengan uang jajan Rp.10.000,-/hari? Bagaimana kalau ada yang memberikan anda Rp.10.000,-/jam? Berapa yang anda dapat dalam 1 hari? (Rp.240.000,-/hari) Mungkin terlalu berhayal, tapi bagaimana kalau ada 5 orang saja dalam 1 hari yang memberi anda uang Rp.10.000,-? Anda sudah dapat Rp.50.000,- dari 5 orang tersebut. Betul bukan?
Tapi apakah itu mungkin?? Bagaimana orang mau memberi anda uang dengan cuma-cuma sedangkan anda tidak berbuat apa-apa. Mustahil, tapi saya punya rahasianya.
Masuk saja ke SINI untuk baca lebih lengkap. Karena kalau saya jelaskan di blog saya, nanti penuh. Haha
Klo yang mau mikir-mikir dulu, klik aja disini.

Kedatangan Orang Dari Forum Peduli Lingkungan, Kesehatan

Pagi ini saya kedatangan dua orang ibu-ibu yang katanya datang dari Forum Peduli Lingkungan, Kesehatan. Saya diberikan brosur serta 10 bungkus LARVASIDA Butiran dengan harga tertera Rp2.500,-. Otomatis total seharusnya Rp25.000,-.

Akan tetapi disodorkan selembar kuitansi seperti pada gambar di atas tertera nilai 2 kali lipatnya (Rp50.000,-). Sayangnya saya tidak tanya kenapa bisa seperti itu. Apakah selisihnya yang menjadi keuntungan mereka atau bagaimana.
Yang menjadi aneh adalah tidak semua rumah disini didatangi. Pintu yang tertutup dibiarkan saja, tidak diketuk atau bagimana. Padahal sebelum saya bayar, saya tanya, "Apakah ini wajib?". Kata mereka "Wajib". Maka saya bayarlah Rp50.000,- kepada mereka.
Lalu setelah mereka pergi, ternyata benar, tetangga-tetangga saya tidak didatangi. Malah dibiarkan begitu saja. Katanya wajib, tapi kok tidak semuanya? Akan saya tanyakan kepada RT nanti apakah RT sudah mengetahuinya atau belum. Jika datang lagi orang itu, akan sa…